Tanah Bumbu,
Penjabat Bupati Tanah Bumbu, Gusti Hidayat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke kantor Kecamatan, Jum'at (6/8).
Yang mendapat kunjungan adalah kantor Kecamatan Simpang Empat guna silaturahmi dengan seluruh PNS, anggota Muspika, Kepala Desa dan Tokoh masyarakat. Acara digelar di aula kantor Camat.
Di hadapan tamu undangan yg hadir, Gusti Hidayat mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar mengawal pelaksanaan Pemilukada Putaran Kedua sehingga bisa berjalan lancar dan aman. Kepada para PNS ia meminta hendaknya agar bersikap netral dalam menggunakan hak pilih yang mereka miliki, memilih sesuai hati nurani, tidak ada intervensi dari pihak manapun. Hal senada juga disampaikan oleh Camat Simpang Empat, Kursani kepada para bawahannya serta para Kepala Desa.
Di sela-sela acara Gusti Hidayat ketika disinggung terkait kemungkinan adanya pergantian atau mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu selama ia menjabat, akan dilakukan sesuai aturan yang ada. "Kecuali ada laporan, itupun akan ditindak lanjuti, dan sesuai peraturan yang ada," tandasnya.
Selanjutnya kunjungan kerja dan acara yang sama juga dilakukan Penjabat Sementara Bupati Tanah Bumbu di kantor Camat Satui. (Roni) JNS
Jumat, 06 Agustus 2010
ASPAL DAN JEMATAN KOTABARU RUSAK
MK KOTABARU Baru kurang lebih tiga bulan pengaspalan dari kabupaten kota baru kota baru yang menghubungkan kecamatan pulau laut tengah, saipinang tanjung serdang kini terlihat sudah rusak. pengaspalan tambal sulam kini juga sudah terlihat retak2 dan aspal yang tambal sulam sudah mulai terkikis. demikian yang terjadi di kabupaten kotabaru kalimantan selatan dimana terlihatnya lemahnya landasan kebijakan dan analisis kelayakan yang dangkal pada pembangunan iinsfa stuktur secara kusus.
Ada contoh baru dimana kurang pedulinya pemerintah idaerah kotabaru di desa sengayam misalnya jembatan yang menghubungkan provinsi kalsel dan kaltim yaris putus, dan adalagi dimana di daerah perbatasan kota baru masyarakatnya lebih condong menggunakan fasilitas yang ada di kaltim ketimbang di kabupaten kotabaru sebenarnya kalok kita fikir dan kita sadari kab.kotabaru di daerah perbatasan tergolong kecolongan oleh tetengga kabupaten ditunjukkanya banyak motor atau mobil yang bernomor polisi KT bukan DA. (Roni)
Ada contoh baru dimana kurang pedulinya pemerintah idaerah kotabaru di desa sengayam misalnya jembatan yang menghubungkan provinsi kalsel dan kaltim yaris putus, dan adalagi dimana di daerah perbatasan kota baru masyarakatnya lebih condong menggunakan fasilitas yang ada di kaltim ketimbang di kabupaten kotabaru sebenarnya kalok kita fikir dan kita sadari kab.kotabaru di daerah perbatasan tergolong kecolongan oleh tetengga kabupaten ditunjukkanya banyak motor atau mobil yang bernomor polisi KT bukan DA. (Roni)
Warga Demo Hentikan Aktivitas Penanaman Sawit
Tanah Bumbu: Mitra keadilan
Sekitar 300 warga Desa Rejosari Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah
Bumbu Berbondong- bondong hentikan aktivitas penanaman perkebunan
sawit Milik Oknum pimpinan perusahaan perkebunan.
Pasalnya lahan yang dijadikan pekebunan tersebut kondisinya masih
terjadi sengketa atau tumpang tidih legalitasnya, sedangkan kejelasan
proses hukumnya juga belum ada keputusan namun sejauh ini pihak yang
mengklaim membeli dari desa tetangga tetap melakukan aktivitas
penanaman tanpa pengidahkan keberatan warga Desa setempat Yang juga
memiliki Bukti surat menyurat yang diterbitkan oleh Pemerintah
setempat Bahkan diantaranya mengantongi legalitas yang diterbitkan
pada masa Trasmigrasi.
Wagino (43) ketua Panitia Demo tersebut ketika dikonfirmasi dilapangan
Senin (26/7) mengatakan ”Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan
Untuk melaksanakan Demo tersebut dengan tujuan supaya pihak yang
menanami menghentikan aktivitas penanamanya sebelum ada kejelasan dari
Pihak- pihak yang berwenang dalam hal kejelasan status kepemilikan
lahan tersebut, Ungkapnya.
Ditambahkan, Warga sebenarnya tidak mau merugikan Pihak lain namun
Warga hanya menuntut hak mereka yang telah di klaim oleh Rino, Oleh
sebab itu mereka menjalankan aksi mereka dengan tertib dan damai, kata
Wagino.
Aksi demo tersebut mendapat pengawalan dari pihak aparat kepolisian
Polsek Mantewe dengan tujuan Supaya Aksi warga berjalan tertib Dan
tidak Anarkis sehingga masing- masing pihak tidak ada yang dirugikan
“ungkap Kapolsek Mantewe Iptu Sigit Rahayudi Ketika ditemui Wartawan
di lokasi Demo”.
Polres Tanah Bumbu Melalui Kanit 4 Iptu Rohayadi saat dikonfirmasi
melalui telepon genggamnya Rabu (28/7) terkait kasus sengketa tanah
Desa Rejosari yang selama ini ditangani pihaknya mengatakan, Kami
tidak bisa bertindak sendiri karena masalah tersebut melibatkan
beberapa instansi seperti BPN sebagai Saksi Ahli tentang batas-
batasnya Tanah masa Trasmigrasi tahun 1983 dokumen tersebut yang masih
kami tunggu dari BPN Tanah bumbu,Ungkapnya.
Terpisah Kepala BPN Tanah Bumbu H.Sulaiman Khurdi Ketika dikonfirmasi
Melalui Telepon genggamnya Rabu (28/7) tidak bisa menjelaskan terkait
masalah tersebut dia hanya mengatakan Coba nanti saya Intuksikan
kepada staff saya Karena sekarang saya masih di jalan, Ungkapnya.
Beberapa warga yang ikut menggelar Demo mengatakan apabila
permasalahan tersebut terus berlarut- larut tanpa kejelasan kami akan
menggelar Aksi yang sama dengan massa lebih banyak lagi Ke Kantor BPN
Tanbu maupun ke POLRES Tanbu ungkap beberapa warga kepada Mitra
Keadilan. (E.S)
Rabu, 21 Juli 2010
RAWAT INAP PUKESMAS MANTEWE TIDAK BERFUNGSI
Tanah bumbu: Mitra Keadilan
Ruang Pelayanan rawat Inap Puskesmas Mantewe yang dijadwalkan sudah
bisa difungsikan tahun 2010 ini tertunda pengoperasiannya.
Pasalnya gedung yang dibangun dan sarana prasana sudah mulai
dilengkapi belum bisa berfungsi sebagai pelayanan rawat inap
masyarakat mantewe disebabkan terkendala belum adanya suplay listrik
dari PLN.
Seperti diungkapkan beberapa tenaga kesehatan Puskesmas tersebut
ketika ditemui Mitra Keadilan bahwa sebenarnya belum berfungsinya
Ruang rawat inap dikarenakan belum masuknya listrik dan kurangnya
tenaga kesehatan di Puskesmas Induk, namun kalau masalah tenaga
kesehatan mungkin kami masih bisa mensiasatinya tapi jika masalahnya
dengan Listrik yang sangat penting guna mengoperasikan alat- alat
medis yang rata- rata menggunakan listrik kami tidak bisa berbuat
banyak, Ungkap salah seorang tenaga kesehatan yang tak mau disebutkan
namanya.
Terkait masalah tersebut Kepala Dinas Kesehatan SETIA BUDI SKM saat
dikonfirmasi melalui telepon genggamnya baik secara SMS maupun
ditelepon tidak bisa memberikan jawaban.
Hasil Konfirmasi Mitra Keadilan dengan beberapa Warga Kecamatan
mantewe mereka sangat mengeluhkan pelayanan Puskesmas Mantewe yang
sejauh ini belum ada ruang untuk rawat inap pasien dan apabila ada
warga yang sakit tepaksa harus dirawat di Simpang Empat Yang jaraknya
sekitar 42 kilometer dari Puskesmas Mantewe,Ungkap beberapa Warga.
(E.S)
Ruang Pelayanan rawat Inap Puskesmas Mantewe yang dijadwalkan sudah
bisa difungsikan tahun 2010 ini tertunda pengoperasiannya.
Pasalnya gedung yang dibangun dan sarana prasana sudah mulai
dilengkapi belum bisa berfungsi sebagai pelayanan rawat inap
masyarakat mantewe disebabkan terkendala belum adanya suplay listrik
dari PLN.
Seperti diungkapkan beberapa tenaga kesehatan Puskesmas tersebut
ketika ditemui Mitra Keadilan bahwa sebenarnya belum berfungsinya
Ruang rawat inap dikarenakan belum masuknya listrik dan kurangnya
tenaga kesehatan di Puskesmas Induk, namun kalau masalah tenaga
kesehatan mungkin kami masih bisa mensiasatinya tapi jika masalahnya
dengan Listrik yang sangat penting guna mengoperasikan alat- alat
medis yang rata- rata menggunakan listrik kami tidak bisa berbuat
banyak, Ungkap salah seorang tenaga kesehatan yang tak mau disebutkan
namanya.
Terkait masalah tersebut Kepala Dinas Kesehatan SETIA BUDI SKM saat
dikonfirmasi melalui telepon genggamnya baik secara SMS maupun
ditelepon tidak bisa memberikan jawaban.
Hasil Konfirmasi Mitra Keadilan dengan beberapa Warga Kecamatan
mantewe mereka sangat mengeluhkan pelayanan Puskesmas Mantewe yang
sejauh ini belum ada ruang untuk rawat inap pasien dan apabila ada
warga yang sakit tepaksa harus dirawat di Simpang Empat Yang jaraknya
sekitar 42 kilometer dari Puskesmas Mantewe,Ungkap beberapa Warga.
(E.S)
GEDUNG DESA BULUREJO TAKLAYAK PAKAI
Tanah Bumbu: Mitra Keadilan
Bagunan Tua yang dibangun pada masa transmigrasi sekitar Tahun 1981
direhab ulang pada Tahun 2005 difungsikan sebagai kantor Desa Bulurejo
Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah bumbu, keadaannya sudah sangat rapuh
dan tidak layak huni lagi.
Pasalnya bangunan tersebut kayu penyangga atap sudah pada lapuk serta
lantai- lantainya juga sudah ambrol namun sejauh ini bangunan tersebut
masih tetap berfungsi sebagai tempat dimana aparat desa melayani
segala keperluan masyarakat Bulurejo.
Saat ditemui Wartawan dikantonya Kepala Desa Bulurejo mengatakan,
bahwa Sejauh ini memang belum ada anggaran yang bisa dialokasikan guna
pembenahan Kantornya, bahkan disaat hujan semua aparat desa tidak ada
yang berani didalam gedung kantor tersebut disebabkan ketakutan jika
atap bangunan ambrol” Ungkap Pujo, sapaan akrab kepala desa bulurejo.
Jumiri (50) salah satu warga RT.13 Desa setempat juga mengeluhkan
keadaan kantor desa mereka yang memang sudah selayaknya dipugar(
dibangun kembali) mengingat akan pentingnya fungsi kantor tersebut
sehingga tidak rasa was- was para aparat desa saat menberikan
pelayanan pada masyarakat” Ungkapnya ketika ditemui MK. (E.S)
Bagunan Tua yang dibangun pada masa transmigrasi sekitar Tahun 1981
direhab ulang pada Tahun 2005 difungsikan sebagai kantor Desa Bulurejo
Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah bumbu, keadaannya sudah sangat rapuh
dan tidak layak huni lagi.
Pasalnya bangunan tersebut kayu penyangga atap sudah pada lapuk serta
lantai- lantainya juga sudah ambrol namun sejauh ini bangunan tersebut
masih tetap berfungsi sebagai tempat dimana aparat desa melayani
segala keperluan masyarakat Bulurejo.
Saat ditemui Wartawan dikantonya Kepala Desa Bulurejo mengatakan,
bahwa Sejauh ini memang belum ada anggaran yang bisa dialokasikan guna
pembenahan Kantornya, bahkan disaat hujan semua aparat desa tidak ada
yang berani didalam gedung kantor tersebut disebabkan ketakutan jika
atap bangunan ambrol” Ungkap Pujo, sapaan akrab kepala desa bulurejo.
Jumiri (50) salah satu warga RT.13 Desa setempat juga mengeluhkan
keadaan kantor desa mereka yang memang sudah selayaknya dipugar(
dibangun kembali) mengingat akan pentingnya fungsi kantor tersebut
sehingga tidak rasa was- was para aparat desa saat menberikan
pelayanan pada masyarakat” Ungkapnya ketika ditemui MK. (E.S)
Kamis, 08 Juli 2010
SUNATAN MASAL POLSEK SIMPANG EMPAT

MK Simpang Empat Dalam rangka hari ulangtahun Bayangkara ke-64 POLSEK Simpang Empat mengadakan Bakti Sosial berupa Sunanatan Masal bagi warga yang tidak mampu menurut konfirmasi Mitra Keadilan kepada Kapolsek Simpang Empat AKP.Ana Setiani pelaksanaan hitanan masal ini dilaksanakan di Mapolsek Simpang Empat bekerjasama dengan para medis dari puskesmas simpang empat paramedis yang di persiapkan ada 15 orang untuk melakukan hitan masal yang di Kepalai oleh dr.Parman menyunat seitar 60 anak yang kurang mampu menurut salahstu warga yang berdomisi di pasar Ampera mengatakan bahwa saya sangat bersukur dan banyak - banyak berterimakasih kepada Ibunda Ana yang telah melaksanakan baktsosial Sunatan Masal ini mudah - mudahan Polsek Simpang Empat yang di pimpin oleh Ibunda AKP.Ana Setiani Bisa lebih maju dan dekat di hati masyarakat, Kapolsek Simpang Empat mengatakan tema kegiatan ini adalah DIRGAHAYU POLRI.KE- 64 Membangun karakter melalui ke pemimpinan yang unggul, kemitraan, Profesionalisme dan etika prima. ( Arsat )
Rabu, 07 Juli 2010
Pertambangan Batu bara Kal-teng Abaikan Lingkungan
Barito Timur: MK
Warga di lintasan Houling Batu bara Desa Morotuwu Kecamatan Paju epat
Kabupaten Barito Timur Keluhkan dampak Debu Dari Aktivitas
Pertambangan Batubara Yang Melakukan Aktivitas Loding Batubara Dari
Tambang Menuju Pelabuhan Yang Terletak Di Desa Telang Baru.
Yulianto (27) Salah Satu Warga saat dikonfirmasi Mitra keadilan di
Morotuwu Desa yang dilintasi Truk bermuatan Batu bara mengatakan
sejauh ini pihak
perusahaan batu bara maupun perusahaan kayu seakan tidak perduli
dengan keluhan masyarakat sekitar’ Ungkapnya.
Disinggung Masalah masalah Program Community Depelopmen (CD) yang
seharusnya dirasakan oleh masyarakat, dia tidak tahu menahu adanya
program tersebut sedang yang diketahuinya sejauh ini hanya 1 Unit
mobil penyiraman yang pengelolaannya diserahkan kepada pihak desa
saja,Imbuh Anto.
Terpisah pihak Camat Paju Epat Ina Karuniani, yang dihubungi WartawanKabupaten Barito Timur Keluhkan dampak Debu Dari Aktivitas
Pertambangan Batubara Yang Melakukan Aktivitas Loding Batubara Dari
Tambang Menuju Pelabuhan Yang Terletak Di Desa Telang Baru.
Yulianto (27) Salah Satu Warga saat dikonfirmasi Mitra keadilan di
Morotuwu Desa yang dilintasi Truk bermuatan Batu bara mengatakan
sejauh ini pihak
perusahaan batu bara maupun perusahaan kayu seakan tidak perduli
dengan keluhan masyarakat sekitar’ Ungkapnya.
Disinggung Masalah masalah Program Community Depelopmen (CD) yang
seharusnya dirasakan oleh masyarakat, dia tidak tahu menahu adanya
program tersebut sedang yang diketahuinya sejauh ini hanya 1 Unit
mobil penyiraman yang pengelolaannya diserahkan kepada pihak desa
saja,Imbuh Anto.
melalui telepon genggamnya Sabtu (3/7), belum bisa memberikan
keterangan terkait keluhan warganya tentang masalah tersebut.Hasil Pantauan Mitra keadilan dilapangan membenarkan bahwa setiap kali
mobil angkutan batu bara yang melintas dijalan menuju pelabuhan Yang
terletak di Desa Telang Baru melalui pemukiman warga di kanan kiri
jalan selalu meninggalkan dampak debu apalagi jika jalan dalam keadaan
kering. (E.S)
Langganan:
Postingan (Atom)