Rabu, 11 Juli 2012

PANWASCAM Nganjuk Di Umumkan

MK NGANJUK - Panitia Pengawas Pemilukada Nganjuk akhirnya mengumumkan 60 nama anggota Panitia Pengawas Kecamatan. Ini setelah Panwasda menahan pengumuman 60 anggota Panwascam akibat belum adanya kepastian pencairan dana anggaran sekitar Rp 1,05 Miliar.

Anggota Panwasda Kabupaten Nganjuk, Abdussyukur Djunaedi mengatakan, sejak awal Panwasda Nganjuk komitmen tidak akan mengumumkan 60 anggota Panwascam sebelum dana anggaran dari APBD dicairkan. Karena bagaimanapun, jika anggota Panwascam terlanjur diumumkan tapi belum ada anggaran untuk operasional dipastikan bisa kacau.

Dijelaskan Abdussyukur, sebetulnya dalam proses rekrutmen anggota Panwascam sudah selesai dan nama-nama yang lolos seleksi bisa diumumkan pekan lalu. Hanya saja, karena ada kendala anggaran tersebut mengakibatkan pengumuman nama-nama calon ditunda.

"Makanya, setelah dana anggaran Panwasda dari APBD dipastikan cair barulah kami mengumumkan nama-nama anggota Panwascam," kata Abdussyukur di kantor Panwasda Nganjuk, Rabu (11/7/2012).

Setelah diumumkan 60 nama anggota Panwascam, dikatakan Abdussyukur, rencananya besok Jumat (11/7/2012) mereka semua akan dilantik. Hal ini dilakukan karena tugas-tugas untuk anggota Panwascam sudah menanti untuk bisa segera dijalankan.
"Salah satunya terkait pemutakhiran DP4 yang akan dilakukan PPS dan itu harus diawasi untuk menghindari kekeliruan," tutur Abdussyukur.

Senin, 18 Juli 2011

BAYI DITEMUKAN TEWAS DISUNGAI

Mk Nganjuk, Sesosok bayi perempuan  yang tak berdosa dingajuk jawa timur ditemukan tewas disungai/ diduga bayi tersebut dibuang oleh orang tuannya
Sesosok bayi ditemukan perempuan ditemukan  warga tewas disungai di desa kramat  kelurahan nganjuk  bayi yang berada dalam dikardus tersebut tengeelam disungai dan  terdapat luka sayatan dileher nya
Maaruf 36 tahun warga  kramat nganjuk yang sedang mencari ikan disungai tiba  terkejut setelah melihat bayi didalam kardus  yang saat hampir tenggelam  didalam sungai maarup segera memberitahu warga yang lain dan melaporkannya ke polisi
Polisi yang datang lasung mengevakuasi bayi tersebut melihat kondisinya diperkirakan bayi tersebut baru dilahirkan beberapa jam yang lalu sebelum dibuang kesungai setelah dievakuasi bayi tersebut kamar jenasah rsud kabupaten nganjuk
Ww        : duwi/ bidan  
Menurut bidan dwi bayi perempuan yang dibuang kesungai  tersebut diperkirakan baru berumur satu hari
Ww        : Kompol Damin kapolsek kota
Hasil pemeriksaan sementarabelum bisa memastikan karena bayi tersebut akan dibawa kersud untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut
Shotlist :
1 suasana di tkp
2. Evakuasi
3. Mayat bayi
4. Kerumunan warga
5. Ww   : kompol damin/ kapolsek kota
6 ww     : duwi/ bidan 
7. Pulisi memeriksa mayat bayi. Red

 



ATAB RUANG KELAS JEBOL SISWA BELAJAR DILANTAI

MK Nganjuk, Murit sekolah dasar negeri dinganjuk /jawa timur terpaksa menjalani aktipitas belajar dilantai /karena atap ruang kelas ambrol karena bangunan yang sudah rapuh dimakan usia


beginilah yang dialami para siswa sekolah dasar sdn jatilaken 2/ dikecamatan jatikalaen/kabupaten nganjuk yang merupakan sekolah dasar inti dikecamatan tersebut /saat ini mereka harus belajar dilantai ruang uks karena atap ruangan kelas jebol akibat bangunan yang telah rapuh dimakan usia

bangunan sekolah yang didirikan sejak tahun 1976 dan pernah direhab pada tahun 1997 oleh apbd /namun kini kondisinya memeprihatinkan beruntunglah pada saat atab jebol para siswa tidak ada diruangan karena kejadianya pada pagi hari

karena kondisinya menghawatirkan maka para siswa kelas 1 sejumlah 24 siswa tersebut dipindahkan ke ruang uks /sedangakan untuk kelas 3 dipindahkan di ruang perpustakaan
smentara untuk kelas dua tetap belajar di ruang kelasnya yang kondisi bangunannya sudah miring dan menghawatirkan

kondisi sekolah yang sudah parah ini sudah pernah dilaporkan kepihak terkait/namaun hinnga kini belum ada penanganan sedangkan para siswa harus belajar dilantai sudahahampi satu tahun

sungkono spd/kepala sdn jatikalen 2

menurut sungkono sudah satu semester para siswa diungsikan keruang uks dan ruang perputakaan / karena kondisi bangunan memprihatikan dikawatikan saat hujan turun atap banggunan yang sudah rapuh tersebut jebol ataupunbangunan gedung ruang kelas roboh
dari nganjuk jawa timur, Red.
shotlist :

1.murit atipitas belajar dilantai
2.detil
3.guru dan murit
4.detil
5.atap ruang kelas ambrol
6.detil
7.sungkono spd/kepala sdn jatikalen 2

Senin, 29 November 2010

Semburan Melemah, Abu Bromo Kembali Tertiup Angin ke Arah Malang


MALANG, MK Guyuran abu semburan Gunung Bromo yang sempat menerpa wilayah Dusun Cemorolawang, Ngadisari, Probolinggo cukup tipis. Karena arah angin terus berubah, abu kembali tertiup ke arah barat daya kembali atau ke Malang dan sekitarnya.

"Abu berubah arah ke arah utara dan membuat Desa Cemorolawang diguyur hujan
abu tapi tipis, sekarang ke barat daya lagi," kata Kepala Bidang Mitigasi Mitigasi Bencana Geologi, Gede Suantika saat dihubungi Mitrakeadilan.com, Selasa pukul 08.00 Wib (30/11/2010).

Menurut Gede, berubahnya arah disebabkan arah angin yang berubah serta perubahan
tersebut hanya bersifat sementara. "Perubahannya hanya temporer, karena hujan
semalam dan arah angin," jelasnya.

Sementara kepulan asap, kata Gede saat ini sudah mulai melemah dan didominasi
oleh uap air dan abu vulkanik. "Sekarang sudah melemah dengan ketinggian abu 200-300 meter dan abu yang keluar berwarna putih keruh," tambah Gede.

Sebelumnya, abu vulkanik Gunung Bromo sempat mengguyur Desa Cemorolawang yang berjarak 3 Km. Sejumlah kendaraan milik wisatawan maupun awak media yang menginap di Hotel Lava View kotor terselimuti abu. Begitupula halamam rumah penduduk juga demikian.(Ses)

SEMBURAN ABU BROMO SEMPAT MENGARAH KE- PROBOLINGGO


Probolinggo MK- Warga Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Probolinggo hendaknya segera mempersiapkan masker. Abu vulkanik yang disemburkan Gunung Bromo sempat tertiup angin hingga ke wilayah Dusun Cemorolawang yang berjarak 3 Km dari kawah tersebut.

"Abu dirasakan sejak tadi pagi," kata Sujono, seorang warga yang berjualan kaus Bromo saat ditemui di depan Hotel Lava View, Cemorolawang, Selasa pukul 07.25 Wib (30/11/2010).

Akibat guyuran abu tipis itu sejumlah mobil awak media maupun wisatawan yang stay di hotel tersebut terlihat kotor terlapisi debu. Mereka pun terlihat membersihkan mobil dengan mengguyur air agar abu-abu yang melapisi kaca depan bersih dan tak mengganggu pemandangan driver.

Abu ini juga sempat membuat proses belajar mengajar terhambat. Anisa siswi SDN 01 Ngadisari mengatakan kalau dirinya terpaksa terlambat berangkat karena hujan abu. Meski begitu warga setempat masih terlihat tenang. Tidak banyak yang mengenakan masker.

"Hujan abu membuat rumah kotor, sehingga saya harus membantu bapak membersihkan rumah dahulu," ujarnya.

Sementara kepulan asap sulfatara bercampur abu terus keluar dari kawah Gunung Bromo dengan ketinggian hingga 800 meter, berwarna hitam pekat.

Sebelumnya, semburan abu dari Bromo lebih dominan mengarah ke Barat Daya atau Malang dan sekitarnya. Hujan abu sempat dirasakan warga Poncokusumo Malang. Begitupula di Tosari Pasuruan juga sudah siaga. Ribuan masker sudah dibagikan ke warga untuk mengantisipasi terjadinya hujan abu.(Max)

Jumat, 06 Agustus 2010

BERTEMU PAK BEYE

MK,- JAKARTA Akhirnya Pak Beye tiba dengan selamat di Bintara Bekasi, tempat tinggal saya, tanpa PATWAL tapi diantar oleh Bebek Supra Fit kesayangan saya setelah kami bertemu di Trimedia Bookstore. Pak Beye hadir atas prakarsa Wisnu Nugroho atau akrab dipanggil Mas Inu, yang tulisannya di Kompasiana dibuat menjadi buku dan dieditori Jurnalis Senior Kompas Kang Pepih Nugraha. Pak Beye yang datang ke rumah adalah buku pertama Mas Inu dari tetralogi Sisi Lain Beye, seri pertama ini berjudul Pak Beye dan Istananya, dan berturut-turut akan menyusul Pak Beye dan Politiknya, Pak Beye dan Keluarganya, dan Pak Beye dan Kerabatnya. Satu buku lagi adalah tentang Jusuf Kalla berjudul lbhcplbhbq. Semuanya diambil dari tulisan mas inu di social blog Kompasiana yang jumlahnya sampai saat ini sudah mencapai 442 buah.
Mas Inu adalah jurnalis Kompas yang juga blogger di Kompasiana, selain bertugas secara profesional untuk berburu berita, dia melaporkan juga secara sukarela segala hal yang menurutnya tak penting kepada khalayak, khususnya bagi Kompasianer, Mas Inu yang bertugas sebagai Jurnalis Kompas di Istana Kepresidenan dari tahun 2004-2009 merupakan salah satu magnet Kompasiana, beberapa orang memberikan testimoni, alasan awalnya bergabung dengan Kompasiana karena tertarik dengan tulisan Mas Inu. Kata orang Laptop atau PC-nya Mas Inu tidak ada tombol Shift-nya sehingga tak akan ditemukan satu huruf kapitalpun di blognya, tapi mungkin itu bentuk perlawanannya terhadap kemapanan, dan dia tetap konsisten dengan huruf kecilnya. Jumlah tulisannya sudah ratusan, terakhir tercatat di profilnya 442, dengan ribuan komentar yang tentu semakin memperkaya tulisannya. Semboyannya adalah mengabarkan yang tak penting agar yang penting tetap penting “ Bukankah kisah penting selalu bergantung dan terjaga eksistensi kepentingannya pada kisah-kisah tidak penting disekitarnya?” begitu katanya.
Ditengah orang-orang penting yang beredar selama tugasnya di Istana, Mas Inu banyak menemukan “keajaiban-keajaiban”. Informasi ini mungkin tak akan kita ketahui secara luas jika tak disampaikan oleh Mas Inu, hal-hal tak penting seperti besarnya kasur Pak Beye, jenis-jenis kendaraan mewah yang digunakan oleh pejabat, keluarga Presiden maupun tamunya, bahkan patung-patung telanjang yang ditutupi kain di Istana Bogor disarikan ke kita oleh Mas inu lengkap dengan foto-fotonya.
Dari tulisannya kita bisa tahu bahwa presiden juga manusia biasa, kehidupan diluar rutinitasnya sebagai Presiden RI digambarkan oleh Mas Inu dengan dengan cerdas, jenaka, dan kadang-kadang penuh teka-teki.
Mas Inu juga jeli memperhatikan hal-hal kecil yang mungkin dilewatkan oleh jurnalis lain atau orang-orang yang pernah berkunjung di istana, bahkan dalam salah satu tulisannya, ketika Presiden akan memberikan konferensi pers Mas Inu malah hampir ketinggalan berita karena lebih tertarik memperhatikan mobil mewah yang terparkir di istana. Dari tulisannya kita bisa tahu, kalo presiden ternyata penggemar soto ayam, punya tukang pijat yang setia mendampingi ketika dibutuhkan, perbedaan HP pak Beye dan pak JK, atau bagaimana Pak Beye begitu favorit terhadap angka 9. Selain orang penting yang diceritakannya Mas Inu bercerita tentang orang-orang “tak penting” di istana, orang-orang yang dalam buku ini dikategorikan sebagai orang-orang yang terlupakan, salah satu contohnya adalah, Pak Mayar seorang Petani dari Cikeas Udik yang pernah menjadi salah satu daya tarik kampanye pak Beye menjadi presiden di tahun 2004. Sosok lain misalnya diungkapkannya dalam judul Yang Bekerja dalam Senyap di Istana adalah para petugas pengangkat podium garuda dan pelantang. Saya baru tahu kalau ternyata podium itu didatangkan dari Jakarta mengikuti keberangkatan Pak Beye kunjungan ke daerah bahkan sampai di ujung Papua, dan kisah para pengangkat podium ini diceritakan dengan penuh empati oleh Mas Inu.
Selalu ada banyak hal baru yang akan kita temukan ketika membaca tulisan Mas Inu, termasuk bagaimana prosesi pengambilan gambar dilakukan ketika pak Beye akan melakukan konferensi pers, dengan membaca bukunya anda akan mengerti seperti apa di balik layar sebelum kita saksikan di TV maupun baca di media massa. Mungkin tidak akan ada nilai beritanya jika sebuah konferensi pers gagal dilaksanakan karena artinya tak ada hal penting yang bisa diberitakan dan Mas Inu justru menginformasikan banyak hal dibalik itu, tentu  tidak melalui tulisannya yang tidak diberitakan di Kompas.com tapi melalui tulisannya diblog dan dibukunya tentunya.
Banyak orang murah hati didunia ini, bagi anda yang menyangsikannya anda mungkin harus berkenalan dengan Mas Inu. Kemurahan hati Mas Inu tidak hanya dirasakan oleh saya, tapi oleh banyak orang yang pernah membaca tulisannya di kompasiana, anda boleh tak setuju, tapi ada baiknya mengecek tulisannya, mungkin anda akan berubah pikiran, jika tidakpun tak apa-apa juga, Mas Inu saja mungkin tak setuju dengan apa yang saya katakan. Bukan hanya karena saya pernah dikirimi baju kaos gratis dari mas inu saya mengatakan dia murah hati, tapi juga karena begitu banyak informasi yang bisa dibagikan ke kita. Selamat membaca. dan mengoleksi .Di Gramedia dan Trimedia Bookstore banyak kok.
Pak Beye, Mbah Surip dan Obama. Ketiganya punya hubungan, temukan di buku Pak Beye dan Istananya. (Red)

PAK BEYE DAN ISTANANYA ( KOMPAS )

JAKARTA, MK.com — Judul di atas merupakan ungkapan kekaguman pakar komunikasi Effendi Ghazali dalam peluncuran dan diskusi buku Pak Beye dan Istananya di Toko Buku Gramedia, Grand Indonesia, Rabu (4/8/2010). Buku ini karya Wisnu Nugroho, wartawan Kompas yang bertugas di Istana Kepresidenan selama 2004-2009.

"Semuanya berawal dari keresahan yang selalu saya rasakan," tuturnya memulai diskusi. Satu demi satu keresahan wartawan yang akrab dipanggil Inu ini dituangkan dalam tulisan di Facebook. Kemudian di-posting juga di jejaring blog Kompasiana.

Inti cerita dalam buku ini adalah sisi lain kehidupan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, orang nomor satu di Indonesia. Dalam semua tulisannya, Inu menyebut SBY sebagai Pak Beye. Sebutan ini tidak umum, tetapi sebenarnya keluar dari mulut Pak Mayar.

Pak Mayar, menurut Inu, adalah ikon hidup kerakyatan bagi kampanye SBY. Bapak tua ini peladang penggarap miskin di Cikeas Udik yang ditemui SBY saat berkampanye untuk memenangkan pemilihan presiden tahun 2004.

Banyak kisah di balik layar yang diungkap Inu ke publik. Misalnya, suatu siang, pertengahan Maret 2006, seusai menerima puluhan murid dan beberapa guru Sekolah Dasar Al-Azhar I Jakarta di ruang kerjanya, Pak Beye mengajak tiga wartawan ke ruang makan kecilnya.

"Sudah makan siang belum? Mau lihat makan siang Presiden?" tanya Pak Beye. Ternyata menu makan Presiden juga cukup sederhana, nasi dan soto ayam plus telur rebus terbelah, telur dadar, dan perkedel kentang.

Kisah lainnya mungkin tak Anda duga bahwa door stop di Kantor Presiden hanyalah rekayasa. Pertanyaan dari wartawan dan jawaban Presiden juga sudah disiapkan oleh staf-stafnya. Ada pula kisah jeli Inu mengamati mobil sedan Bentley yang biasa dipakai Ibu Ani Yudhoyono untuk promo Indonesia Pintar ke seluruh Indonesia.

Atau cerita ukuran kasur Pak Beye yang harus digotong karena pindah rumah. Cukup menarik juga kisah tentang tidak percaya dirinya Pak Beye suatu kali di mimbar. Macam ragam cerita di Istana yang, menurut Inu, publik berhak tahu.

Sisi lain tentang Presiden SBY ini dirangkum menjadi tetralogi. Pak Beye dan Istananya merupakan buku pertama. Tiga buku lainnya yang juga akan diterbitkan Penerbit Buku Kompas adalah Pak Beye dan Politiknya, Pak Beye dan Keluarganya, serta Pak Beye dan Kerabatnya. Menanggapi bukunya sendiri, Inu berujar, "Buku ini mengabarkan yang tidak penting agar yang penting tetap penting." (Red)

PJS BUPATI TANBU MENGHIMBAU PNS NETRAL DI PEMILU KADA PUTARAN KE-II

Tanah Bumbu,
Penjabat Bupati Tanah Bumbu, Gusti Hidayat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke kantor Kecamatan, Jum'at (6/8).

Yang mendapat kunjungan adalah kantor Kecamatan Simpang Empat guna silaturahmi dengan seluruh PNS, anggota Muspika, Kepala Desa dan Tokoh masyarakat. Acara digelar di aula kantor Camat.
Di hadapan tamu undangan yg hadir, Gusti Hidayat mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar mengawal pelaksanaan Pemilukada Putaran Kedua sehingga bisa berjalan lancar dan aman. Kepada para PNS ia meminta hendaknya agar bersikap netral dalam menggunakan hak pilih yang mereka miliki, memilih sesuai hati nurani, tidak ada intervensi dari pihak manapun. Hal senada juga disampaikan oleh Camat Simpang Empat, Kursani kepada para bawahannya serta para Kepala Desa.
Di sela-sela acara Gusti Hidayat ketika disinggung terkait kemungkinan adanya pergantian atau mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu selama ia menjabat, akan dilakukan sesuai aturan yang ada. "Kecuali ada laporan, itupun akan ditindak lanjuti, dan sesuai peraturan yang ada," tandasnya.
Selanjutnya kunjungan kerja dan acara yang sama juga dilakukan Penjabat Sementara Bupati Tanah Bumbu di kantor Camat Satui. (Roni) JNS

ASPAL DAN JEMATAN KOTABARU RUSAK

MK KOTABARU Baru kurang lebih tiga bulan pengaspalan dari kabupaten kota baru kota baru yang menghubungkan kecamatan pulau laut tengah, saipinang tanjung serdang kini terlihat sudah rusak. pengaspalan tambal sulam kini juga sudah terlihat retak2 dan aspal yang tambal sulam sudah mulai terkikis. demikian yang terjadi di kabupaten kotabaru kalimantan selatan dimana terlihatnya lemahnya landasan kebijakan dan analisis kelayakan yang dangkal pada pembangunan iinsfa stuktur secara kusus.
Ada contoh baru dimana kurang pedulinya pemerintah idaerah kotabaru di desa sengayam misalnya jembatan yang menghubungkan provinsi kalsel dan kaltim yaris putus, dan adalagi dimana di daerah perbatasan kota baru masyarakatnya lebih condong menggunakan fasilitas yang ada di kaltim ketimbang di kabupaten kotabaru sebenarnya kalok kita fikir dan kita sadari kab.kotabaru di daerah perbatasan tergolong kecolongan oleh tetengga kabupaten ditunjukkanya banyak motor atau mobil yang bernomor polisi KT bukan DA. (Roni)

Warga Demo Hentikan Aktivitas Penanaman Sawit



Tanah Bumbu: Mitra keadilan
Sekitar 300 warga Desa Rejosari Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah
Bumbu Berbondong- bondong hentikan aktivitas penanaman perkebunan
sawit Milik Oknum pimpinan perusahaan perkebunan.
Pasalnya lahan yang dijadikan pekebunan tersebut kondisinya masih
terjadi sengketa atau tumpang tidih legalitasnya, sedangkan kejelasan
proses hukumnya juga belum ada keputusan namun sejauh ini pihak yang
mengklaim membeli dari desa tetangga tetap melakukan aktivitas
penanaman tanpa pengidahkan keberatan warga Desa setempat Yang juga
memiliki Bukti surat menyurat yang diterbitkan oleh Pemerintah
setempat Bahkan diantaranya mengantongi legalitas yang diterbitkan
pada masa Trasmigrasi.
Wagino (43) ketua Panitia Demo tersebut ketika dikonfirmasi dilapangan
Senin (26/7) mengatakan ”Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan
Untuk melaksanakan Demo tersebut dengan tujuan supaya pihak yang
menanami menghentikan aktivitas penanamanya sebelum ada kejelasan dari
Pihak- pihak yang berwenang dalam hal kejelasan status kepemilikan
lahan tersebut, Ungkapnya.
Ditambahkan, Warga sebenarnya tidak mau merugikan Pihak lain namun
Warga hanya menuntut hak mereka yang telah di klaim oleh Rino, Oleh
sebab itu mereka menjalankan aksi mereka dengan tertib dan damai, kata
Wagino.
Aksi demo tersebut mendapat pengawalan dari pihak aparat kepolisian
Polsek Mantewe dengan tujuan Supaya Aksi warga berjalan tertib Dan
tidak Anarkis sehingga masing- masing pihak tidak ada yang dirugikan
“ungkap Kapolsek Mantewe Iptu Sigit Rahayudi Ketika ditemui Wartawan
di lokasi Demo”.
Polres Tanah Bumbu Melalui Kanit 4 Iptu Rohayadi saat dikonfirmasi
melalui telepon genggamnya Rabu (28/7) terkait kasus sengketa tanah
Desa Rejosari yang selama ini ditangani pihaknya mengatakan, Kami
tidak bisa bertindak sendiri karena masalah tersebut melibatkan
beberapa instansi seperti BPN sebagai Saksi Ahli tentang batas-
batasnya Tanah masa Trasmigrasi tahun 1983 dokumen tersebut yang masih
kami tunggu dari BPN Tanah bumbu,Ungkapnya.
Terpisah Kepala BPN Tanah Bumbu H.Sulaiman Khurdi Ketika dikonfirmasi
Melalui Telepon genggamnya Rabu (28/7) tidak bisa menjelaskan terkait
masalah tersebut dia hanya mengatakan Coba nanti saya Intuksikan
kepada staff saya Karena sekarang saya masih di jalan, Ungkapnya.
Beberapa warga yang ikut menggelar Demo mengatakan apabila
permasalahan tersebut  terus berlarut- larut tanpa kejelasan kami akan
menggelar Aksi yang sama dengan massa lebih banyak lagi Ke Kantor BPN
Tanbu maupun ke POLRES Tanbu ungkap beberapa warga kepada Mitra
Keadilan.    (E.S)

Rabu, 21 Juli 2010

RAWAT INAP PUKESMAS MANTEWE TIDAK BERFUNGSI

Tanah bumbu: Mitra Keadilan

Ruang Pelayanan rawat Inap Puskesmas Mantewe yang dijadwalkan sudah
bisa difungsikan tahun 2010 ini tertunda pengoperasiannya.
Pasalnya gedung yang dibangun dan sarana prasana sudah mulai
dilengkapi belum bisa berfungsi sebagai pelayanan rawat inap
masyarakat mantewe disebabkan terkendala belum adanya suplay listrik
dari PLN.
Seperti diungkapkan beberapa tenaga kesehatan Puskesmas tersebut
ketika ditemui Mitra Keadilan bahwa sebenarnya belum berfungsinya
Ruang rawat inap dikarenakan belum masuknya listrik dan kurangnya
tenaga kesehatan di Puskesmas Induk, namun kalau masalah tenaga
kesehatan mungkin kami masih bisa mensiasatinya tapi jika masalahnya
dengan Listrik yang sangat penting guna mengoperasikan alat- alat
medis yang rata- rata menggunakan listrik kami tidak bisa berbuat
banyak, Ungkap salah seorang tenaga kesehatan yang tak mau disebutkan
namanya.
Terkait masalah tersebut Kepala Dinas Kesehatan SETIA BUDI SKM saat
dikonfirmasi melalui telepon genggamnya baik secara SMS maupun
ditelepon tidak bisa memberikan jawaban.
Hasil Konfirmasi Mitra Keadilan dengan beberapa Warga Kecamatan
mantewe mereka sangat mengeluhkan pelayanan Puskesmas Mantewe yang
sejauh ini belum ada ruang untuk rawat inap pasien dan apabila ada
warga yang sakit tepaksa harus dirawat di Simpang Empat Yang jaraknya
sekitar 42 kilometer dari Puskesmas Mantewe,Ungkap beberapa Warga.
(E.S)

GEDUNG DESA BULUREJO TAKLAYAK PAKAI

Tanah Bumbu: Mitra Keadilan

Bagunan Tua yang dibangun pada masa transmigrasi sekitar Tahun 1981
direhab ulang pada Tahun 2005 difungsikan sebagai kantor Desa Bulurejo
Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah bumbu, keadaannya sudah sangat rapuh
dan tidak layak huni lagi.
Pasalnya bangunan tersebut kayu penyangga atap sudah pada lapuk serta
lantai- lantainya juga sudah ambrol namun sejauh ini bangunan tersebut
masih tetap berfungsi sebagai tempat dimana aparat desa melayani
segala keperluan masyarakat Bulurejo.
Saat ditemui Wartawan dikantonya Kepala Desa Bulurejo mengatakan,
bahwa Sejauh ini memang belum ada anggaran yang bisa dialokasikan guna
pembenahan Kantornya, bahkan disaat hujan semua aparat desa tidak ada
yang berani didalam gedung kantor tersebut disebabkan ketakutan jika
atap bangunan ambrol” Ungkap Pujo, sapaan akrab kepala desa bulurejo.
 Jumiri (50) salah satu warga RT.13 Desa setempat juga mengeluhkan
keadaan kantor desa mereka yang memang sudah selayaknya dipugar(
dibangun kembali) mengingat akan pentingnya fungsi kantor tersebut
sehingga tidak rasa was- was para aparat desa saat menberikan
pelayanan pada masyarakat” Ungkapnya ketika ditemui MK. (E.S)

Kamis, 08 Juli 2010

SUNATAN MASAL POLSEK SIMPANG EMPAT


MK Simpang Empat Dalam rangka hari ulangtahun Bayangkara ke-64 POLSEK Simpang Empat mengadakan Bakti Sosial berupa Sunanatan Masal bagi warga yang tidak mampu menurut konfirmasi Mitra Keadilan kepada Kapolsek Simpang Empat AKP.Ana Setiani pelaksanaan hitanan masal ini dilaksanakan di Mapolsek Simpang Empat bekerjasama dengan para medis dari puskesmas simpang empat paramedis yang di persiapkan ada 15 orang untuk melakukan hitan masal yang di Kepalai oleh dr.Parman menyunat seitar 60 anak yang kurang mampu menurut salahstu warga yang berdomisi di pasar Ampera mengatakan bahwa saya sangat bersukur dan banyak - banyak berterimakasih kepada Ibunda Ana yang telah melaksanakan baktsosial Sunatan Masal ini mudah - mudahan Polsek Simpang Empat yang di pimpin oleh Ibunda AKP.Ana Setiani Bisa lebih maju dan dekat di hati masyarakat, Kapolsek Simpang Empat mengatakan tema kegiatan ini adalah DIRGAHAYU POLRI.KE- 64 Membangun karakter melalui ke pemimpinan yang unggul, kemitraan, Profesionalisme dan etika prima. ( Arsat )

Rabu, 07 Juli 2010

Pertambangan Batu bara Kal-teng Abaikan Lingkungan


Barito Timur: MK
Warga di lintasan Houling Batu bara Desa Morotuwu Kecamatan Paju epat
Kabupaten Barito Timur Keluhkan dampak Debu Dari Aktivitas
Pertambangan Batubara Yang Melakukan Aktivitas Loding Batubara Dari
Tambang Menuju Pelabuhan Yang Terletak Di Desa Telang Baru.
Yulianto (27) Salah Satu Warga saat dikonfirmasi Mitra keadilan di
Morotuwu Desa yang dilintasi Truk bermuatan Batu bara mengatakan
sejauh ini pihak
perusahaan batu bara maupun perusahaan kayu seakan tidak perduli
dengan keluhan masyarakat sekitar’ Ungkapnya.
Disinggung Masalah masalah Program Community Depelopmen (CD) yang
seharusnya dirasakan oleh masyarakat, dia tidak tahu menahu adanya
program tersebut sedang yang diketahuinya sejauh ini hanya 1 Unit
mobil penyiraman yang pengelolaannya diserahkan kepada  pihak desa
saja,Imbuh Anto.
Terpisah pihak Camat Paju Epat Ina Karuniani, yang dihubungi Wartawan
melalui telepon genggamnya Sabtu (3/7), belum bisa memberikan
keterangan terkait keluhan warganya tentang masalah tersebut.
 Hasil Pantauan Mitra keadilan dilapangan  membenarkan bahwa setiap kali
mobil angkutan batu bara yang melintas dijalan menuju pelabuhan Yang
terletak di Desa Telang Baru melalui pemukiman warga di kanan kiri
jalan selalu meninggalkan dampak debu apalagi jika jalan dalam keadaan
kering.  (E.S)

POLSEK SATUI MENGADAKAN LOMBA MEMANCING

MK- Satui mengadakan acara pertandingan memancing pada 05/07/2010 dimulai jam 8 pagi polsek Satui mengadakan pertandingan memancing, menurut kapolsek satui AKP. Mordilly.S Sik. Ini sebenarnya aspirasi atau keinginan dari lapisan masyarakat yang ada di satui yang mana di stui ini belum pernah di adakan, kami menyambut aspirasi ini sebagai wujud bahwa teryata masyarakat dan polri tidak bisa di pisahkan, berbagai macam tantangan dan permasalahan yang di hadapi POLRI saat ini benar2 butuh dukangan dan semangat dari masyarakat, kami tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat, kami menyadari masih banya kekurangan yang harus kita benahi, namun alangkah indahnya apa bila untuk embenahi dan melengkapi kekurangan tersebut di tuju kan dengan kebersamaan antara masyarakat dan POLRI untuk bersama - sama wewujutkan keinginan kita bersama sekali lagi terimakasih masyarakat satui, karena selalu memberikan apresiasi demi kebaikan kami, terimakasih Forum Komunikasi Seniman Budaya Tanah bumbu, Satui Fising club, dan rekan - rekan donatur sehingga bisa terlaksananya acara ini tertanda AKP. Mordilly.S Sik. ( Fatur )

DALAMRANGKA MEMPERIANGATI HARI BAYANGKARA KE 64

MK Tanbu Dalam Rangka menyambut Hut Bayangkara ke-64 Polsek Simpang Empat mengadakan Pasar Murah minyak tanah, pasar murah minyak tanah ini sebenarnya adalah kegian rutin yang di lakukan oleh polsek simpang empat tiap satu bulan sekali dengan harga Rp.3700 disediakan 5000 Liter dengan menggunakan kupon. Kapolsek AKP.Ana Setiani mengatakan pasar murah ini diadakan seabagai wujud kemitraan POLRI kususya POLSEK Simpang Empat dengan masyarakat kususnya masyarakat Simpang Empat yg terdiri dari 12 Desa. (Arsat)

Minggu, 27 Juni 2010

JATAH UANG TONGKANG MARAK DI MAKAN ORANG PEJABAT DI SATUI

Mitra Keadilan – Hasil informasi di lapangan dari salah satu masyarakat yang ga mau di sebutkan orang nya, menerangkan kepada media Mitra Keadilan dan X-Kasus bahwa Perusahaan kami setiap Tongkang bermuatan Batubara lewat melintas ke Muara Satui bayar kepada Pejabat-Pejabat semua Sungai Danau yang  setiap hari nya ada 1 juta dan 500 rb pertongkang dan belum lagi bayar Dokumen. (27/06/10)

Seandainya uang tersebut katanya, lebih baik aja masyarakat yang lebih menerima dari pada Pejabat tersebut, kan sudah ada gaji nya dari Pemerintah masing yang dapat, apalagi di tambah luaran kan ini menyiksa masyarakat di Sungai Danau, kasihan masyarakat tidak menikmatinya selama beberapa Tahun selama ini, hanya debu saja yang di makan ”ujar nya”.

Belum lagi jatah dari PT. Arutmin Indonesia Satui yang mengasih jatah kepada Pejabat-Pejabat tersebut, kata salah satu masyarakat menerangkan kepada media, jadi harus di kemana kan masyarakat Satui ini, semua hanya petinggi-petinggi saja yang dapat penghasilan, belum lagi gaji bulan nya, ini kan tidak benar ”katanya”.

Maka kami dari Koalisi Jaringan LSM Se-Kalimantan Selatan akan turun kelapangan untuk Investigasi kelapangan apakah benar dan tidak nya semua yang telah menyangkut masalah warga akan kami tindak lanjuti secara detail karena ini menyangkut dengan hajat orang banyak sesuai dengan UU Pasal 33 Ayat 3.  (28/06/2010) ( ftr )

UPETI PT. AI SATUI MARAK DI TAMBANG

Mitra Keadilan – Hasil Investigasi di lapangan atas penangkapan 2 Unit Alat Berat Komat’su dan 3 Unit Drum Track Colt Diesel Mitsubishi PS 120 Warna Kuning dengan bernomor Polisi DA 9047 AT, DA 1628 AE dan DA 9712 AT telah di amankan oleh pihak Polri Daerah Kalimantan Selatan Direktorat Lalu Lintas Satuan Patroli Jalan Raya Induk II Satui Jalan Ayani KM 161 800 Satui Sungai Danau jam 10:52. (09/06/2010)

Di saat meminta keterangan oleh pihak Satuan Polisi Jalan Raya (PJR) Satui, katanya saya tidak bisa memberi komentar kalau bisa langsung ke Kapolda saja dan ga habis pikir langsung media X-Kasus  dan Mitra Keadilan datang langsung ke tambang yang kena Polisi Line untuk meambil photonya ternyata ga di boleh kan juga, katanya langsung aja konfirmasi sama Kasat Intel Polda Helpi.

Media onlan Mitra Keadilan dan Tabloit X-Kasus menemuai pihak Kasat Intel Polda Banjarmasin Pa. helpi pada tgl 14/06/2010, untuk meminta keterangan penangkapan tambang Ileggal di daerah Sungai Cuka katanya Penambang tersebut hanya perorangan saja dan pelakunya telah ditangkap yang bernama Asmuni.

Dan dari pulang nya di Kasat Intel Polda Banjarmasin ternyata 2 Unit Alat berat komat’su dan 3 Unit Drum Track telah tidak ada lagi di tempat Polisi Jalan Raya (PJR) Satui, kenapa dan ada apa ini dalam hati kecil bertanya, karena semua ga jelas dalam permasalahan ini?  ( ftr )

PERDA NO.03 TAHUN 2008 SATUI DI INDAHKAN


Mitra Keadilan – Pantauan di lapangan selama beberapa tahun ini di Desa Makmur Mulia Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu bahwa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 03 Tahun 2008 yang telah di terbit kan ternyata tidur dan mandul di daerah Satui sekarang ini yang terjadi. (26/06/2010).

Dari Peraturan Daerah (Perda) No. 03 Tahun 2008 mengatakan barang siapa melanggar, melintas dan menyeberang jalan raya umum akan di kenakan Penjara kurungan 6 bulan dan denda 50 Juta tapi nyatanya masih tak perduli dalam Peraturan tersebut berarti Supermasi Hukum tidak jalan di daerah Satui atau tutup mata saja.

Saat ini Peraturan Daerah (Perda) No. 03 Tahun 2008 yang telah melanggar adalah CV. Jamrud Prima Coal (JPC), PT. Rizky Utama (RU) dan PT. Pijar Grup sudah beberapa tahun ini tidak mempunyai jalan sendiri atau malas membikin jalan dengan biaya tinggi terpaksa melintas saja kata warga ga mau disebutkan namanya.

Kami dari Koalisi Jaringan LSM Se-Kalimantan Selatan akan melaporkan apabila tidak mengindahkan terus dalam masalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 03 Tahun 2008 yang tidak mau di tegur dan bengkang dalam Peraturan Daerah tersebut karena ini menyangkut Supermasi Hukum ”katanya”.( ftr )

Penembakan di Satui ternyata bebas

Mitra Keadilan – Hasil keterangan dari Kapolsek Satui bahwa penembakan yang terjadi beberapa bulan ini hanya penangguhan saja karena Senjata Api (Senpi) nya hilang di waktu kejadian menurut Kapolsek Satui menerangkan kepada Media Online kemaren tetapi proses hukum tetap jalan katanya. (22/06-10)

Menurut pengakuan seorang warga yang ga mau disebutkan namanya bahwa berdamai itu boleh-boleh saja tetapi masalah senjata api nya gimana apakah rakitan atau senjata benaran itukan harus benar-benar di tindak lanjuti secara hukum yang berlaku sekarang ini ”katanya”.

Dari pengamat Koalisi Jaringan LSM Se-Kalimantan Selatan di lapangan menyatakan bahwa Supermasi Hukum di Satui sangat lemah dalam Penegakkan Keadilan ada apa dan kenapa ini terjadi begitu, padahal hukum harus benar-benar di tegakkan dan jangan sampai tebang pilih ”ujarnya”.(28/06/2010) (ftr)